Pon Pes RQHI’ Pusat Rehabilitasi Narkoba Berbasis Agama Pertama di Sumatra

104

RIAU.  Selain merusak, narkotika dan obat-obatan juga merupakan barang haram bagi agama. Zat-zat yang terkandung di dalamnya dapat mengakibatkan hilangnya akal sehat orang yang mengkonsumsinya.

Demikian disampaikan Direktur Pusat rehabilitasi Qur’anic Healing indonesia Ustad Andi sidomulyo S,ag dalam diskusi bersama Wartawan Warasmedia.com , pekanbaru, Seninu (14/8).

“Narkoba memiliki efek yang sangat merusak. Akibatnya akan membuat pemakainya seperti orang yang tidak waras bahkan cenderung melakukan perbuatan kriminal seperti mencuri untuk memenuhi ketergantungan,” jelasnya.

Ustad Andi menambahkan, pengguna narkoba, terutama kalangan pelajar, memiliki kecenderungan untuk malas belajar dan acuh terhadap lingkungannya. Hal ini dapat memupus harapan orang tua yang tinggi terhadap anak-anaknya.

“Orang tua kita bisa kecewa, di mana kita diharapkan kelak menjadi anak yang baik dan saleh malah mengkonsumsi zat terlarang yang bisa menghancurkan masa depan,” kata Ustad Andi.

Menurut Ustd Andi, penyalahguna narkoba hanya bisa dipulihkan dari ketergantungannya dengan cara rehabilitasi. Karenanya, jika ada pengguna hendaknya dapat melapor ke Badan Rehabilitasi atau pondok Rehabilitasi untuk mendapatkan tindakan terapi.

Lebih jauh, Ustad Andi berharap dengan berdiri nya pondok pesantren Rehabilitasi Qhi bisa menjadi institusi rehabilitasi sosial yang berbasis agama yang akan membantu menuntas kan permasalah Peryakit sosial ini. Di mana, teknik pemulihannya dengan mengedepankan ilmu Spritual agama dan menanamkan dalam hati bahwa narkoba merupakan barang haram yang harus dijauhi.

“Saya mengharapkan kepada jajaran Pemerintah dan masyarakat agar ikut berpartisipasi dalam penanggulangan dan memulihkan para pecandu narkoba. Karena masalah narkoba adalah masalah kita semua,” tegasnya

Sumber: http://warasmedia.com/pon-pes-rqhi-pusat-rehabilitasi-narkoba-berbasis-agama-pertama-di-sumatra.html

LEAVE A REPLY