14141737_1098717483554304_1416077590940367852_n

13501573_652853938215929_1512648489183827687_nBagaimana kita membedakan bahwa seseorang menderita gangguan jin atau gangguan kejiwaan / psikis ?

Gangguan JIn mempunyai ciri mirip dengan gangguan kejiwaan, dalam hal ini banyak masyarakat awam salah dalam mendiagnosanya, berikut kami sampaikan ciri dan cara mengetahui serta mendiagnosa gangguan jin atau gangguan kejiwaan berdasarkan dari pengalaman kami menangani pasien yang menderita gangguan jin maupun gangguan kejiwaan / psikis dapat dibedakan sebagai berikut :

  1. Hanya gangguan jin saja
  2. Hanya gangguan psikis saja
  3. Gangguan kedua keduanya (gangguan jin dan psikis)

Adapun metode untuk mengetahui apakah seseorang itu mengalami salah satu tersebut diatas, kami melakukan metode ruqyah syariah (dibacakan ayat-ayat Al Quran) terhadap pasien yang didiagnosa mengalami gangguan jin.

Gangguan Jin merupakan fenomena penyakit yang khas, meskipun biasanya mempunyai gejala yang hampir sama dengan penyakit fisik dan psikis. Biasanya baru diketahui setelah berbagai macam pengobatan fisik dan psikis gagal mengatasinya. Misalnya pasien sudah diobati dengan berbagai obat fisik, tetapi tidak ada pengaruhnya dan sakitnya tetap tidak berkurang. Demikian juga pasien sudah diberi berbagai obat psikis, misalnya obat penenang, tetapi pasien tetap tidak bisa tidur dan tetap agresif maupun menutup diri dalam jangka waktu lama. Tetapi kadang-kadang cepat diketahui oleh orang yang berpengalaman dalam meruqyah gangguan jin, karena ada tanda-tanda khusus yang tampak (misalnya pandangan mata maupun pancaran energinya yang dapat dirasakan). Tetapi yang paling jelas adalah reaksi si pasien setelah dibacakan ayat-ayat Al Qur’an maupun doa-doa dari Al Qur’an dan As Sunnah. Biasanya ada reaksi geliatan tubuh, mimik takut atau marah, teriakan-teriakan, dan sebagainya.

Apabila reaksi tidak ditunjukan pada saat di ruqyah, maka dapat dikatakan bahwa orang tersebut tidak mengalami gangguan jin.

Sedangkan apabila ada reaksi gangguan jin dan setelah diruqyah gangguan jin tersebut hilang, akan tetapi orang tersebut masih tampak mengalami halusinasi, tatapan mata kosong dan lain lain.  Hal tersebut dapat terjadi karena jin dapat merusak syaraf diotak. Ketika gangguan jin tersebut hilang, maka terjadi kerusakan syaraf diotak yang menyebabkan orang tersebut menderita gangguan psikis.

Dapat disimpulkan bahwa untuk mengetahui ada tidaknya gangguan jin pada seseorang dapat dideteksi dengan di ruqyah (dibacakan ayat ayat Al Quran). Sedangkan gangguan psikis dapat diobati secara medis.

Pondok pesantren rehabilitasi Qur’anic healing indonesia,pesantren pengobatan medis dan non medis untuk gangguan jiwa dan narkoba memadukan pengobatan timur dan barat. Anda dapat berkonsultasi lebih jauh di Pondok kami setiap hari pukul 8.00-16.00 (hari libur tetap buka kecuali atau pemberitahuan khusus).

LEAVE A REPLY